Seputar Peradilan

"SENYUM" pada PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENGADILAN TINGGI AGAMA JAWA BARAT

 

pa-sumedang.go.id.| Senin, 18 Maret 2019 hingga selasa, 19 maret 2019, Pengadilan Agama Sumedang kedatangan Tim Pembinaan dan Pengawasan dari Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat. bertindak selaku Ketua Tim, Drs. Tata Sutayuga, S.H., M.H (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat) yang membidangi teknis Yustusial, anggota Tim terdiri dari : Asep Parhanil Ibad, S.Ag., M.M (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat) yang membidangi administrasi Kepaniteraan, dan Edi Sopandi (Kasubbag Kepegawaian Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat) yang membidangi administrasi Kesekretariatan.

1

Selanjutnya Tim Pembinaan dan Pengawasan mulai melakukan pemeriksaan terhadap seluruh objek pemeriksa, mulai dari Ketua Pengadilan Agama Sumedang, Wakil Ketua, para Hakim hingga ke semua bagian Kesekretariatan dan juga bagian Kepaniteraan. Selain itu, Tim Pembinaan dan Pengawasan jug melakukan pengecekan setiap ruangan yang ada di Pengadilan Agama Sumedang. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut, mulai senin hingga selasa, 18-19 maret 2019

Tugas Tim mengakhiri tugasnya pada hari selasa, 19 maret 2019 pukul 12.00, dan ditutup dengan menyampaikan hasil dari pengawasan yang telah dilaksanakan melalui Expose yang dihadiri oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Sumedang. Dalam Pembinaannya, Ketua Tim memberikan apresiasi atas administrasi seluruh bagian yang dinilai sudah bagus dan perlu untuk dipertahankan. tidak hanya itu, Ketua Tim juga menyampaikan beberapa saran untuk perbaikan Pengadilan Agama Sumedang kedepannya. Dengan penyampaian yang semangat, tegas, jelas dan terkadang diselipi humor, membuat peserta exspose bersemangat untuk mencerna apa yang disampaikan beliau, satu hal yang menjadi viral (meminjam Bahasa gaul saat ini, red) adalah ketika beliau mengajukan pertanyaan pada peserta exspose khususnya para hakim, “Apa yang pertama kali yang dilakukan ketika bapak/ibu menerima berkas baru?” Tanya beliau. beragam jawaban pun saling bersahut, semua jawaban tidak ada yang salah, namun menurut beliau hal pertama yang harus kita lakukan (sebagai Hakim) ketika pertama kali menerima Berkas Perkara, adalah “SENYUM”. karena dengan senyum lah mempengaruhi apa yang kita lakukan setelahnya, artinya jika kita menerima dengan hati yang kecewa (apalagi yang diterima berkas yang tidak biasa, harta bersama misalnya), tidak senang atau ogah ogahan, maka dalam pengerjaan berkas akan tidak maksimal dan bahkan akan berdampak buruk, lain halnya jika pertam kali kita SENYUM, maka pekerjaan kedepannya akan terasa mudah, dinikmati dan akan maksimal hasilnya.

2

Semoga setelah terlaksananya pembinaan dan pengawasan pada Pengadilan Agama Sumedang oelh Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat, dapat meningkatkan kinerja para pegawai untuk memberikan pelayanan publik yang prima.

(doc/nna)